100% Arabika Lereng Merapi Timur | Single Origin
MERAWAT MERAPI DARI SECANGKIR KOPI
Bukan sekadar kopi. Ini adalah simbol ketangguhan hidup. Diproses mandiri oleh tangan-tangan dedikatif pahlawan mitigasi bencana—Relawan SIBAT Cluntang, Boyolali.
Jejak Napas Merapi
Di elevasi 1.200 mdpl, kami belajar bahwa alam memiliki bahasanya sendiri. Erupsi dahsyat tahun 2010 menjadi saksi bisu bagaimana kami menembus pekatnya hujan abu demi memastikan tak ada nyawa yang tertinggal.
Tragedi itu menanamkan sebuah janji di dada kami: terus berdiri di garis depan. Kopi Arabika di genggaman Anda ini lahir dari janji tersebut. Ditanam sebagai sabuk hijau pelindung tebing dari longsor, dan dirawat dengan napas kearifan lokal.
Kualitas Premium Vulkanik
Kopi Siaga menggunakan 100% biji kopi Arabika Single Origin yang tumbuh subur di tanah andosol vulkanik pada elevasi 1.200 mdpl lereng timur Merapi. Istimewanya, proses ini tanpa perantara. Mulai dari penanaman, panen, penyangraian dengan mesin roaster Artisan 3kg, hingga pengemasan, semuanya dieksekusi secara mandiri oleh tangan-tangan dedikatif 20 Relawan SIBAT Cluntang.
#1Kopi1Donasi
Membeli Kopi Siaga berarti kamu ikut menyelamatkan nyawa. Melalui kampanye "Merawat Merapi dari Secangkir Kopi", setiap pembelian 1 kemasan Kopi Siaga akan otomatis mendonasikan Rp 5.000 ke Dana Abadi Kebencanaan. Dana ini dikelola secara transparan untuk kebutuhan mendesak warga, seperti dropping air bersih saat kemarau dan perawatan alat mitigasi bencana (sirine evakuasi).
Penjaga Ekologi & Tradisi
Kopi ini tidak sekadar ditanam, tapi dihidupkan sebagai pelindung alam. Pohon-pohon kopi ini berfungsi sebagai sabuk hijau (green belt) yang menahan lereng kritis dari ancaman tanah longsor. Lebih dari itu, kopi ini dirawat dengan napas kearifan lokal Merti Tuk, sebuah tradisi luhur bergotong royong menjaga kesucian tiga mata air utama desa dari hulu hingga hilir.
Kemandirian Pahlawan Kemanusiaan
Kopi ini tidak diproduksi oleh pabrik korporat, melainkan diproses langsung oleh tangan-tangan tangguh yang sama, yang dulu menembus pekatnya hujan abu demi menyelamatkan warga saat erupsi Merapi 2010. Ekosistem wirausaha sosial ini murni bertujuan untuk membangun kemandirian ekonomi bagi para relawan SIBAT. Perputaran ekonomi dari setiap bungkus kopi memastikan para relawan tangguh ini tidak perlu eksodus mencari nafkah ke kota, sehingga desa selalu memiliki garda terdepan yang siap siaga merawat dan melindungi nyawa warga kapan pun bencana datang.